Abstracts of Yus Darusman

Transformasi Moral Ekonomi Pengrajin Melalui Pendidikan Non Formal

By Prof. Dr. Yus Darusman, M.Si

TRANSFORMASI MORAL EKONOMI PENGRAJIN MELALUI PENDIDIKAN NON FORMAL

Oleh; Prof. Dr. H. Yus Darusman, M,Si

Email; yus.darusman@gmail.Com

ABSTRAK

Transformasi moral ekonomi kerajinan bordir, merupakan pencampuran tatanan ekonomi tradisional, tatanan ekonomi moral dan tatanan ekonomi kapitalis perkotaan menjadi tatanan ekonomi campuran yang khas dan menjadi landasan moral bagi usaha ekonomi pengrajin bordir di Tasikmalaya. Dalam proses transformasi melalui proses adaptasi, akulturasi, inkulturasi, difusi setiap inovasi bahkan terjadi reinvention selalu terjadi pada kelompok masyarakat seperti; pada pendidikan keluarga atau usaha ekonomi keluarga pengrajin, kelompok usaha kerajinan, kelompok pemasaran, kelompok produksi, kelompok pembinaan dan kelompok pengajian. Moral ekonomi yang terbentuk merupakan kearifal lokal yang merupakan pencampuran moral ekonomi fungsional sering berguna dalam menghadapi tantangan gejolak ekonomi. Kearifal lokal tersebut seperti etos kerja pengrajin merupakan pencampuran konsep tradisional “wajib ikhtiar” dengan konsep dalam agama Islam “bekerja itu ibadah” serta konsep kapitalis “bekerja keras merupakan keterpilihan Tuhan, bermalas-malasan adalah perbuatan yang berdosa”. Dalam kenyataannya di masyarakat, semua warga harus bekerja walaupun anak sekolah tetap harus bekerja setelah pulang sekolah dalam pekerjaan yang khusus bagi anak-anak. Kearifan lokal dalam tatanan ekonomi telah teruji ketangguhannya oleh beberapa kali gejolak ekonomi nasional, seperti terjadinya krisis moneter tahun 1997, membuat pengrajin bordir kebanjiran pelanggan luar negeri.

 

CRAFTSMEN’S ECONOMIC MORAL TRANSFORMATION THROUGH NON-FORMAL EDUCATION

By: Prof. Dr. H YusDarusman, M.Si.

Email: yus.darusman@gmail.com

Abstract

Moral transformation of economic embroidery, a combination of traditional, moral, and urban capitalist economic order, has been a typical mixed economic order and moral basis for economic enterprise of embroidery craftsmen. The process of transformation itself is done through the process of adaptation, acculturation, enculturation, diffusion of any innovation, even reinvention always occurs in these communities such as on family education or economic enterprise of craftsmen’s family,group of handicraft, marketing, production, couching, and studying. The shaped economic moral is a kind of local wisdom. It is a combination of functional economic moral which is often being useful in facing the challenges of economic turmoil. The local wisdom mentioned above like craftsmen’s work ethic is a mixture of traditional concept “working is a must”, the concept of Islamic value “working is worship”, and the concept of capitalist “working hard is God’s choice, being lazy is a sin”. In the society, the fact shows that all citizens should work, even for the children who are still studying at school. They have to work after coming back in certain appropriate jobs for them. The toughness of local wisdoms in economic order has been examined through several national economic turmoil. For example, monetary crisis in 1997 made embroidery craftsmen gained many overseas customers.



Keyword Transformasi, Moral ekonomi, Pendidikan Non Formal
Topic Issues and Challenge of Lifelong Learning (in Economic, Sociocultural, and Environmental Perspective
Download Paper Transformasi Moral Ekonomi Pengrajin Melalui Pendidikan Non Formal